Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts


Hello! Maaf udah lama ga posting karena sibuk kerja. Hehehe. Anyway, kali ini gue mau nulis soal pengalaman pertama kali buka tabungan berjangka BCA. Jadi, pertama-tama gue mau menjelaskan singkat dengan bahasa gue sendiri apa itu Tabungan Berjangka BCA.

Adalah tabungan yang dikhususkan untuk manusia-manusia yang sulit menabung kayak gue. Hahaha. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat tabungan ini adalah siapkan KTP asli, NPWP kalau ada, dan waktu untuk mengisi data diri. Tabungan ini bisa dibuka oleh siapa pun minimal usia 17 tahun sampai maksimal 65 tahun dan di cabang BCA mana pun ya.

Gue sendiri membuka tabungan ini pada 15 Januari 2018 di cabang BCA Plaza THB Bekasi. Jangka waktu yang gue tentukan adalah 12 bulan alias satu tahun aja karena niatnya mau coba dulu. Setiap bulannya di-autodebet sebesar Rp 1 juta. Bukan sok kaya nih, justru karena belom kaya jadi nabungnya banyak. Daripada uangnya buat dijadiin lemak di badan, mending dijadiin bunga bank.

Menabung di tabungan ini keuntungannya dapat asuransi gratis, jadi tiap bulan kita cuma setoran untuk tabungan kita sendiri. Biaya asuransi ini ga dibebankan ke nasabah. Keuntungan lainnya dapat bunga yang menurut gue lumayan. Semakin lama kalian nabungnya, semakin besar bunganya. Berhubung jangka tabungan gue cuma setahun dengan setoran rutin Rp 1 juta per bulan jadi bunga yang gue dapatkan sekitar Rp 300 ribu. Info lengkapnya silahkan tengok ke website BCA aja.

Selama menjalani kontrak ini, gue pernah gagal debet sekali yaitu di bulan November 2018. Tenang, ga ada sanksi apa-apa kok selama gagalnya di bawah tiga kali. Kalau udah tiga kali gagal, otomatis tabungannya ditutup dan uang yang udah dikumpulin akan dikembalikan ke rekening utama. Setahu gue jumlah uangnya nanti ga utuh, bakal dipotong admin. Btw, sebenarnya tabungan ini ga ada biaya adminnya selama kita nabungnya lancar sesuai kontrak yang kita buat diawal.

Selama gue menabung di tabungan ini, gue beberapa kali transfer uang diluar setoran rutin ke rekening tabungan berjangka. Dan gue suka cek saldonya dari Klik BCA, inget ceknya cuma bisa dari Klik BCA atau Internet Banking. Karena tabungan berjangka ini ga ada kartu dan buku tabungannya, cuma ada nomor rekeningnya aja.

Setoran pertama gue didebet otomatis bulan Februari 2018, berarti jatuh temponya Januari 2019. Waktu itu gue ngehnya pada tanggal 2 Januari 2019 gue udah bakal menerima semua tabungan gue selama setahun itu. Ternyata ga ada nominal tersebut masuk ke rekening utama gue. Gue tunggu sampai besoknya, tetap ga ada juga :(

Lalu gue coba nanya ke admin BCA lewat Twitter. Yang gue tanya kira-kira "kenapa uang saya belum masuk?"

Ga ada satu pun dari admin-admin itu yang bisa menjawab pertanyaan gue dengan benar. Intinya gue masih bertanya-tanya ada apa dengan tabungan gue? Apakah gue melanggar UUD perbankan jadi uang gue ditahan? Padahal totalnya cuma sekitar 14 jutaan, jauh lebih sedikit daripada aset yang dimiliki oleh koruptor. Satu-satunya saran yang mereka kasih adalah hubungi kantor cabang dimana gue bikin tabungan ini. Langsung gue hubungi saat itu juga tapi adminnya bilang kurang lebih begini "karena autodebet itu otomatis by system jadi ditunggu aja. Kami pun tidak bisa memastikan."

Lalu akhirnya gue nyerah sama admin Twitter. Gue nelpon Halo BCA dengan harapan admin Halo BCA lebih menguasai produk perusahaannya sendiri. Ternyata sama aja sama admin Twitter.

Dan gue nyerah sepenuhnya. Gue ikutin aja saran-saran mereka untuk duduk diam sambil nunggu. Gue isenglah buka Klik BCA untuk cek saldo terakhir tabungan berjangka. Kemudian gue lihat di kolom sebelah kanan ada data Buka Rekening dan data Tutup Rekening (jatuh tempo). Disitu tertera Buka Tabungan 15 Januari 2018 dan Tutup Rekening 14 Januari 2019. Oke, anggap gue kurang teliti.

Satu-satunya sikap yang gue sayangkan kepada karyawan BCA, mereka kurang menguasai produk perusahaannya sendiri. Masa informasi seperti ini aja ga ada satu pun yang bisa jawab, mendekati pun ngga. Semuanya bingung dan ga tau harus jawab apa. Sayang banget sih.

Informasi tanggal buka rekening dan tutup rekening itu kan bukan sesuatu yang private, alias orang dalam pun pasti bisa akses. Ya itu aja sih yang jadi poin minusnya. Selebihnya buka tabungan berjangka itu 100% rekomen. 
Norak ya judul artikelnya, hehehe.. biarin lah, biar gampang dicari bagi kalian yang mau tau bagaimana prosesi sulam alis before-after. Nah inilah yang mau gue tulis disini.

Jadi udah sebulanan ini gue pengen banget sulam alis karena tragedi pensil alis gue yang rawan patah pas diserut, itu membuat gue frustasi karena setengah hidup gue bergantung pada cetarnya alis (ini lebay). Lalu gue memutuskan untuk menjilat ludah sendiri dan merencanakan sulam alis. Iya, jadi gue pernah bilang gak bakalan sulam alis karena skill menggambar alis gue yang udah mumpuni -_-

Setelah melewati proses pencarian yang lumayan panjang, kira-kira satu bulan, gue akhirnya menemukan yang pas dari Instagram. Nama IG-nya @septianayayamakeup
Soal harga sih standart ya, waktu itu gue kena Rp1.500.000 plus free retouch satu kali. Katanya kalo harga normal Rp2.000.000 jadi gue kena harga promosi. Cici Septiana ini orangnya ramah kok, dan seperti biasa kita bisa request bentuk alis sesuai keinginan kita. Kalo gue sih gak muluk-muluk lah, maunya yang natural aja dan kalo bisa bentuknya sesuai dengan alis yang gue gambar sehari-hari.

Transformasi Alis Before-After

Setelah gue konsultasi ringan via WA, akhirnya kita deal sulam alis gue pada 11 Februari 2017 di studio sekaligus rumah artistnya di Bukit Gading Mediterania blok BH nomor 3, Jakarta Utara. Gak susah nemuin tempatnya, patokannya Gading Marina atau NJIS.

Karena waktu itu gue udah ngirimin contoh bentuk alis yang gue mau via WA, jadi artist ini menganggap gue udah tau mau dibikin kayak gimana. Proses penggambaran alis gue bisa dibilang cukup lama ya, setengah jam lebih ada kali cuman untuk gambar doang. Udah gitu hasilnya beda kanan sama kiri -_-
Terus Mencari Bentuk yang Cocok


Setelah itu, gue disuruh tiduran dan si artist melapisi kedua alis gue ini dengan krim putih yang disebut Anestesi. Well, gue gak tau ya kalo di tempat sulam alis lain juga dikasi Anestesi atau ngga tapi gue harap sih iya. Krim ini berfungsi untuk menebalkan kulit kita supaya tahan sakit. Jadi kayak bius lokal gitu,jadi pas disulam kita gak berasa sakit sama sekali. Karena dulu gue pernah bikin tato yang rasa sakitnya berpuluh kali lipat dari ini, jadi gue gak merasakan apapun. Sesekali ada lah rasa aduh aduh tapi kalo gak dihayatin gak berasa kok :)

Anestesi Sudah Melekat

Seperti yang ada di gambar, alis gue dibungkus pake plastik wrapping dan tunggu 40 menit sampai krimnya bekerja. Gue pun sempat ketiduran karena capek beraktivitas dari pagi naik motor bareng pacar plus hujan-hujanan dan sempat terjebak aksi super damai.
Memble tapi Ketjeh


Setelah 40 menit, si artist kembali dengan membawa alat perangnya dan dimulailah sulam alis gue. Pas dia menorehkan jarumnya ke alis, gue gak berasa sakit sama sekali dan yang gue rasain tuh gerusan-gerusan yang terngiang di kuping gue. Suaranya crunchy! Di beberapa momen, ada rasa ngilu dikit tapi sekedar lewat aja. Nah pas Anestesinya ditambah, itu agak perih tapi lama-lama sakitnya memudar karena kulit kita kembali tebel lagi.

Proses sulam alisnya sendiri terbilang sebentar, ada dua kali pengerjaan untuk masing-masing alis. Kira-kira sekitar 30 menit sulam alis pun selesai.
Diolesin Tinta supaya Jadi Lebih Nyata


Kalo pelapisan tinta ini nunggu 5 menit aja, abis itu dihapus lagi dan jadi deh! Gue suka finishnya, tapi ini belom finish.. Kita masih harus nunggu sekitar 1 minggu supaya semua kulit matinya peel off atau terkelupas semua. Nah tantangannya adalah GAK BOLEH KENA AIR, SABUN, DAN BERBAGAI MACAM MAKE UP TERMASUK KRIM-KRIMAN SELAMA MASA RECOVERING! Stress gak lo! Mana musim hujan kan, sekarang kalo hujan kan gak ada tanda-tanda, taunya BUUURRR aja! Untungnya waktu itu langit udah bagus, jadi kita langsung cuss pulang.
Nih Hasilnya!


Setelah Anestesinya abis, baru deh mulai berasa perih. Rasanya hampir mirip kayak dulu waktu recovering tato gue, tapi ini mendingan. Bagi gue sulam alis tuh worth the pain kok, ini bisa awet sampai 2 tahunan. Yah namanya juga wanita, pastinya mau tampil cantik dan sesempurna mungkin. Yang penting sih hati senang dan kantong gak kering.

Soon, gue update lagi ya setelah peel off dan retouch... Thank you udah mampir! See you..

Credit Photos: @topancepot
I feel that my days in the office don’t work so well…

stress banget, padahal kerjaan gak banyak. Nah karena itu, karena kerjaan gak banyak jadi gue stress gak tau mesti ngapain.

Untungnya ada teknologi yang namanya Internet yang bisa gue eksploitasi dengan terbatas juga. Secara gak bisa akses youtube sepuasnya, eh bukan, malah gak bisa akses youtube sama sekali. Yah kan kebayang tambah bête gue.

Wifinya juga kadang bagus, sering jelek. Jadi mau gak mau mesti pake kuota. Yah kan jadi curhat yang gak penting!

Untuk mensiasati agar kehadiran gue di kantor gak sia-sia banget, jadi gue iseng nyari review treatment spa di sekitaran Jakarta dan Bekasi, tempat tinggal gue. Entah kenapa gue pengen banget cobain treatment di Martha Tilaar. Hahaha…

gue pernah spa satu kali di salon biasa dengan harga Rp 60.000 udah termasuk semua paket spa pada umumnya dan gue gak merasakan perubahan apa-apa. Yang ada gue merasa badan gue jadi lengket dan pas pulang ke rumah gue pun mandi lagi karena gak betah. Prices don’t lie, baby!

Dan gue pengen banget satu kali, setidaknya satu kali dalam hidup gue untuk ngerasain namanya THE REAL SPA TREATMENT. Gue tau kondisinya gak bakal sama kayak di salon-salon kebanyakan. Gue tau ada harga yang harus gue bayar. Jeng jeng!

Dan gue mulai browsing, memanfaatkan fasilitas kantor yang minim. Untung mereka gak nge-block Google, hehehe

Gue searching review tentang perawatan spa di Martha Tilaar dan dari semua review itu gue gak menemukan satu pun yang negatif. Artinya perawatan disini sangat mengutamakan kualitas. Jadi gak sembarangan mereka memasang tarif mahal tanpa pelayanan yang baik.

Ngomong soal tarif, gue pastinya super kepo berapa harga spa treatmentnya. Mulailah gue cari sana sini tentang info harganya, dan yang gue temuin rata-rata udah beberapa tahun yang lalu. Ada juga yang tahun 2016 tapi bukan treatment yang gue inginkan.

Sampai gue masuk ke website Martha Tilaar untuk reservasi, dan di kolom pesan *gue ngehnya itu kolom pesan semacam request gitu* gue meminta adminnya untuk mengirimkan daftar paket spa serta harganya ke email gue. Gila kan?! Hahaha

Gak lama gue menerima email dari admin Martha Tilaar, nah gue pikir beneran dikirimin ternyata itu cuman balasan kalo reservasi gue bakal di cek sama admin Martha Tilaar yang di Harapan Indah Bekasi. Nanti katanya gue mau dihubungin lagi untuk proses paymentnya.

Btw, gue memilih outlet Martha Tilaar yang di Harapan Indah Bekasi. Gue juga rada lupa apakah pernah tau ada Martha Tilaar di Harapan Indah. Hahaha… dari alamatnya seharusnya gue tau karena sering lewat situ.

Anyway, gue merasa beruntung bisa spa treatment di salon yang berpengalaman di bidangnya dan letaknya gak jauh amat dari rumah gue. Yihaaa!

Oh iya, awalnya spa treatment ini untuk mama gue karena she’s been the hero for the entire family members dan rasanya gue mau kasih dia reward semacam perawatan tubuh berkualitas. So far, dia selalu treatment di salon-salon yang kurang cakap di bidang spa gitu, jadi hasilnya ya kurang maksimal.

as usual, ada welcome drinknya :D
Gue milih treatment yang Dewi Sri Body Bliss Reviving, kata mbaknya ini berfungsi untuk merilekskan tubuh karena rempahnya pake mint. Jadi pas kena badan jadi dingin-dingin seger gitu. Kalo mama milih yang Dewi Sri Body Bliss Bd. Countouring. Yang ini fungsinya untuk mengencangkan ya kalo gak salah, pokoknya ini cocok untuk wanita usia 50an kayak mama. Bahannya rempah kayak jamu gitu aromanya, agak menyengat. Btw kita dapat diskon 35% untuk minimum purchase Rp 500.000/person. Ini promo sampai 25 November 2016 sesuai spanduknya.

sebagian kecil menu beserta harganya
Setelah kita minum, ngobrol sama pemiliknya, dan selesai milih treatment, kita disuruh nunggu bentar buat dipersiapin dulu tempatnya. Gue dan mama memilih couple room biar bisa barengan gitu. Gak sampe 10 menit kita dipanggil ke lantai 2 untuk mulai treatmentnya! *happy

Disini kita disuruh bugil, terapisnya ninggalin kita bentar buat bugil dulu sambil ngambil ramuan yang bakal dilumurin ke badan kita. Nah, bener kan dugaan gue. Mama mulai norax deh, dia minta difotoin sana sini. Hahaha... Gue masih suka geli kalo inget-inget. Yang lebih ilfilnya, pas mama rebahan di salah satu ranjang itu terapisnya masuk dan mergokin kita lagi foto-foto. *ahelah!

Sesuai dengan paket, kita akan dimanjakan selama 2 jam. Menurut gue ini waktu yang lama. Oh iya, btw gue bukan tipe manusia yang hobi spa atau perawatan tubuh lainnya. Jadi gue gak terbiasa dengan treatment kayak gini. Bagi gue agak aneh aja, tapi sesekali gak apa-apa - biar tau rasanya gimana.

 Bougenville Room for Couple
Yang pertama di Scrub. Buang daki, meski gue yakin daki gue dikit banget karena beberapa waktu lalu kulit gue udah mengelupas karena sunburn tapi yah gak ada salahnya. Kira-kira scrub itu sekitar 30 menitan, terus kita disuruh bilas dan pake sabun yang sesuai sama treatment yang dipilih.Gue sengaja gak bersih-bersih mandinya karena nanti bakal disuruh mandi lagi.

Setelah mandi semua, kita di steam. Hahaha, gue berasa kayak dimsum. Selama di steam ini gue berasa kayak lagi di angkot siang bolong, gerah! Dan keringat ngucur terus. Lalu gue nanya ke mama gimana rasanya, dia jawab biasa aja -_-

Steam Machines

Okay, mungkin belom. Ini semua baru permulaan. Steam cuman 10 menitan, dan sempet mati lampu bentar dan waktunya pas sama berhentinya steam kita.

Setelah itu kita di Massage pake minyak anget. Gue berasanya anget di badan, dan disini badan gue jadi sakit. Oh iya, sebelum di spa gue berasa kalo urat di betis gue suka tegang kayak kaku ketarik gitu dan emang gue rentan terkena kram. Jadi kalo gue ngulet itu mesti hati-hati banget kalo ngga yasalam~

Mbak yang menangani gue mulai massage daerah betis dengan kekuatan yang sebenarnya sedeng tapi dia tepat mengenai urat betis gue, sakit meeen! Tapi gue gak teriak, gue biasa aja. Tahan-tahanin lah karena gak lucu juga kalo gue minta Massage di skip. Gak sesuai SOP dan gue rugi kan.

My Favorite Treatment

Massage sekitar 1 jam ada kali ya. Yang gue rasakan selama Massage adalah pengen cepet-cepet kelar. Badan gue terasa kram semuanya, tegang sana sini. Setelah Massage, badan kita dilumurin pake lulur (kayaknya) dan lulur gue rasanya dingin banget langsung meresap di kulit. Mbaknya sampe matiin AC karena takut gue kedinginan :') Gak lama dari itu, kita disuruh berendam di air rempah-rempah. Ini stage yang sangat gue suka, BERENDAM! Hehehe... Mama sempet nanya berapa lama kita berendam, mbaknya bilang 15 menit setelah itu bilas. Sebelum mereka turun, kita ditawarin minuman Jahe anget. Aduh, baiknya~ (meski itu masuk dalam paket) rasanya dimanjain banget... Sedaaap~

Selfie #1

Kelihatan banget mama kayaknya emang belom pernah berendam busa begitu, yah gue juga sih. Cuman dalam imajinasi aja, secara di rumah gak punya bath tab, hehehe... Gue coba untuk menikmati treatment terakhir ini dengan seksama. Rasanya sih biasa aja, dan khasiatnya mulai gue rasakan. Terutama kulit jadi halus banget.

Selfie #2

course kita berendam lebih dari 15 menit. Pake foto-foto pula, dan gue bilas duluan. Setelah itu pun masih dikasi lotion yang mama sebut kondisioner (?) ah gue yakin ini lotion, lagian kita pilih paket body treatment bukan hair treatment.

Campuran rempah dan daki gue dan mama

Treatment pun selesai. 2 jam waktu menegangkan sekaligus seru-seruan sama mama berakhir. At the end we paid Rp 650.000an and this is the sekian time gue traktir mama. Hahaha... asik juga treatment begini.

Sebelum kita leave the studio, gue sempet nanya mama lagi bagaimana tanggapan dia secara menyeluruh. Dengan wajah semeringah dia bilang enak dan lain kali boleh kesini lagi. Tadi malam gue merasa urat tegang di betis gue ilang, sembuh total. Dan badan jadi enteng. Yah, it works!

Sampai sini dulu review gue yang kepanjangan ini...

Tempat ini rekomen kok buat yang suka spa, gue yang gak gitu interest aja ikut menikmatinya juga dan khasiatnya tetap gue rasakan maksimal.

BYE~